Sabtu, 16 Januari 2016

Tips Sederhana Menghitung Takaran Keuntungan Usaha Anda



Menghitung takaran keuntungan tentunya penting untuk dilakukan, apalagi bagi jenis usaha kecil dan menengah yang banyak tidak memperdulikan hal tersebut. Mengapa takaran keuntungan perlu dihitung? Hal ini berkaitan dengan perkembangan dari usaha yang tengah kalian jalani. Apakah usaha tersebut mengalami perkembangan ataukah tidak? Karena banyak sekali dintaranya sebuah perencanaan usaha yang menganalisis jika usaha yang dilakukan olehnya dapat menghasilkan keuntungan besar. Namun dalam kenyataannya justru usaha tersebut malah mengalami kerugian yang cukup besar.
Hal ini tentu saja terjadi karena sistem perhitungan yang dilakukan dengan  tidak baik, seperti halnya bentuk keuangan pribadi dan keuangan usaha yang tercampur, dan juga sistem keuangan yang tidak jelas serta terpakai untuk kepentingan pribadi dan lain sebagainya. Karena itulah untuk menghindari beberapa hal yang mengganggu usaha kalian itu, maka sebaiknya kalian coba terapkan cara sederhana dalam menghitung keuntungan usaha dengan jalan berikut ini :
Sistem pembukuan
Pembukuan adalah cara paling sederhana yang bisa Kalian  lakukan untuk memulai usaha dan berbagai macam bentuk perencanaan serta pelaksanaannya. Berikut ini terdapat beberapa point penting yang seringkali terdapat dalam bagian pembukuan, diantaranya :
  • Melakukan usaha tentunya tidak pernah terlepas dari pengeluaran operasional. Jenis pengeluaran ini wajib untuk Kalian cantumkan setiap harinya, begitu pun dengan pendapatan yang Kalian hasilkan pada hari tersebut. Dengan demikian, maka Kalian akan memiliki patokan untuk hari-hari kedepannya apakah jenis usaha yang Kalian jalankan menghasilkan keuntungann atau sebaliknya.
  • Penggunaan modal juga menjadi bagian tepat dalam menghitung takaran keuntungan, karena itulah      sebaiknya dalam pembukuan Kalian memisahkan bagian perhitungan antara penggunaan modal dengan bagian dari sumber modal yang Anda gunakan. 
  • Selain dua hal di bagian atas tadi, Anda juga diwajibkan untuk menghitung stok barang dalam sistem pembukuan. Karena dengan bantuan dari pembukuan tersebut, maka Kalian pun dapat mengetahui dengan lebih pasti apakah barang tersebut masih ada, atau sudah habis.
Sistem perhitungan sederhana
Selain melakukan sistem pembukuan pada bagian di atas tadi, Kalian pun dapat menghitung takaran dari usaha Kalian  dengan cara yang lebih mudah. Ingin tau bagaimana cara menghitungnya? Simaklah penjelasannya di bawah ini :
  • Jumlahkanlah semua bentuk keuangan yang Kalian  miliki pada saat tersebut, entah itu yang sudah terdapat dalam bentuk uang, atau bahkan masih berupa nota tagihan. Setelah itu tambahkanlah jumlah tersebut dengan jumlah stock barang yang masih ada. 
  • Jika total keseluruhan dari jumlah tersebut melebihi jumlah dari modal awal, maka jumlah lebih yang dimilikinya adalah nilai keuntungan pertama yang bisa Kalian raih. Namun hal tersebut menjadi keuntungan dengan syarat Kalian tidak memiliki jumlah pembayaran atau bahkan hutang perusahaan yang harus dibayar. 
  • Namun jika Kalian memiliki tanggungan atau pun kewajiban yang harus Kalian bayarkan, seperti halnya para pegawai yang perlu Kalian gaji, maka setelah keuntungan tesebut dibayarkan dan masih terdapat sisa dari jumlah itu, maka itulah jumlah keuntungan bersih yang Kalian miliki.
Itulah informasi singkat dari cara menghitung takaran keuntungan sederhana yang bisa Kalian contoh dengan mudah.

Kamis, 27 Agustus 2015

Tips Menghemat Pengeluaran

Banyak orang tidak menyarankan pemakaian kredit card karena ini justru akan menyebabkan pemborosan. Pada dasarnya itu kembali lagi kepada diri anda sendiri. Orang yang sudah terbiasa berhemat biasanya tidak mengalami masalah saat memegang kartu kredit.

Cobalah untuk membuat pembukuan tentang jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulan. Dengan cara ini anda benar-benar tahu mana yang harus diprioritaskan dan mana yang harus dikesampingkan. Sisihkan sedikit uang setiap hari.Seberapapun kecilnya jumlah uang, jika ditumpuk pasti akan menjadi banyak.

Jangan mudah tergoda,ini merupakan poin yang utama sebagai bentuk usaha mendisiplinkan diri. Dan, memang kunci utama mengatur keuangan usaha adalah disiplin dalam mematuhi porsi persentase yang kita atur untuk keuangan usaha dan pribadi. Godaan biasanya sering datang saat sedang banyak order. Barang-barang tadinya belum terlalu penting jadi seperti “minta dibeli”.

Pertahankan agar cash flow tetap positif. Dunia usaha tidak terlepas dari hitung-hitungan untung dan rugi. Untuk membuat perencanaan keuangan perusahaan, maka arus kas (cash flow) harus positif, sehingga merencanakan keuangan selanjutnya lebih mudah. 

Bagaimana kalau cash flow perusahaan tersebut negatif / rugi? Yang harus dilakukan adalah menekan biaya produksi/biaya yang lain lebih kecil dari pemasukan, namun Anda juga harus tetap memperhatikan aspek lain, misalnya kualitas produk atau jasa yang Anda jual.

Buat cadangan dana darurat (emergency fund). Keberadaan dana darurat / emergency fund sangat penting bagi usaha kecil menengah. Dana darurat ini untuk mengantisipasi apabila dalam beberapa hari/bulan tidak mendapatkan order; ada karyawan yang masuk rumah sakit karena kecelakaan, ada order yang cukup besar.

Tips Mengelola Keuangan Usaha

1.  Pisahkan keuangan usaha dengan uang pribadi Anda. Sebab dengan menggabungkan kedua uang tersebut, maka Anda akan kesulitan dalam mengontrol pemasukan maupun pengeluaran usaha. Oleh karena itu, sekecil apapun usaha Anda sebaiknya pisahkan uang usaha dan uang pribadi. Agar Anda dapat mencatat semua transaksi usaha dengan rapi.

2. Tentukan besar prosentasi keuangan yang akan digunakan untuk kebutuhan  usaha. Seperti berapa persen uang yang digunakan untuk operasional usaha, berapa persen laba yang Anda tetapkan, berapa persen uang untuk cadangan kas usaha, serta berapa persen uang yang digunakan untuk pengembangan usaha. Dengan cara ini, Anda akan lebih mudah mengatur keuangan usaha.

3. Buatlah pembukuan dengan rapi. Adanya pembukuan bertujuan untuk mengontrol semua transaksi keuangan, baik pemasukan, pengeluaran, serta hutang dan piutang yang dimiliki usaha. Selain itu pembukuan yang rapi juga akan mempermudah Anda untuk mengevaluasi perkembangan usaha.

4. Sebisa mungkin kurangi resiko dari hutang usaha. Mengembangkan usaha dengan cara berhutang, memang diperbolehkan. Namun berhati-hatilah dengan hutang Anda, sebab bila kondisi keuangan usaha kurang baik. Adanya beban cicilan hutang, hanya akan memperburuk keadaan usaha Anda. Untuk itu jika pemasukan yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan usaha, sebisa mungkin kurangi resiko berhutang.

5.  Selalu kontrol arus kas usaha Anda. Bila arus kas Anda lancar, maka segala kewajiban yang harus dibayar perusahaan juga bisa terpenuhi. Sebagian besar peluang usaha akan terganggu segala operasionalnya, jika kas usaha yang ada tidak berjalan lancar.

Waralaba Ayam Gurih

Waralaba Tahu Terlaris

Jasa Marketing Online Sukses